InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam upaya memperkuat daya saing di pasar internasional, Sub Holding PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) mengambil langkah strategis dengan menargetkan penjualan 120 ribu metrik ton minyak sawit mentah (CPO) bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) model Identity Preserved (IP). Langkah ini tidak hanya menambah penghasilan tetapi juga menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa keunggulan produk CPO bersertifikat RSPO IP terletak pada jaminan keberlanjutan dan keterlacakan produk. “Sertifikasi ini memungkinkan konsumen mengetahui asal-usul CPO hingga ke pabrik tertentu, memberikan kepercayaan dan nilai tambah di pasar global,” jelasnya. Dengan asumsi harga premium USD 30 per metrik ton, target tambahan penghasilan sebesar USD 3,6 juta atau Rp54 miliar pun dicanangkan.
Langkah strategis ini diawali dengan pengiriman perdana 4.000 metrik ton CPO bersertifikasi RSPO IP dari Pabrik Kelapa Sawit Tandun dan Sei Rokan di Riau. Regional Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, menargetkan total produksi dan pengapalan 50.000 ton untuk pasar global tahun ini. Dengan harga premium hingga USD 40 per metrik ton, kontribusi ini juga diharapkan menambah devisa negara.
Tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, PTPN IV PalmCo juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Dalam momen pelepasan truk tangki CPO bersertifikat ke pelabuhan internasional Dumai, Regional III menyelenggarakan acara santunan bagi ratusan anak yatim. “Kami ingin memastikan bahwa kesuksesan perusahaan juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Ahmad Gusmar.
Jatmiko menambahkan, pencapaian sertifikasi RSPO IP ini merupakan hasil dari dedikasi tinggi karyawan Regional III sejak 2024. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga nama baik komoditas sawit Indonesia sebagai aset strategis yang disebut Presiden Prabowo Subianto.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap praktik keberlanjutan di pasar internasional, langkah PTPN IV PalmCo ini tidak hanya membawa keuntungan finansial tetapi juga memperkuat reputasi positif Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit global.
“Ini adalah bukti bahwa industri sawit Indonesia dapat bersaing dengan standar keberlanjutan tertinggi,” tutup Jatmiko. Langkah ini sekaligus mempertegas peran strategis PTPN IV PalmCo dalam mendukung keberlanjutan industri sawit nasional. (T2)













