INFO SAWIT, NUSA DUA - Merujuk pengalaman kebakaran lahan di tahun 1998 dan kejadian El-Nino tahun 1997, tercatat memiliki dampak pada tingkat produktivitas kebun sawit yang berlokasi disekitar areal kebakaran termasuk wilayah yang dipenuhi dengan asap.
Dikatakan Kepala SMART Research Institute (SMATRI), PT SMART Tbk., JP Caliman, dampak itu berupa ektrasi sawit yang tercatat menurun sekitar 5-11%. “Bahkan penurunan ekstrasi itu bisa mencapai hingga 20%,” kata Caliman, dalam pemaparannya di acara Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan (ICOPE) ke 5, awal tahun ini Bali, yang dihadiri InfoSAWIT .
Penurunan ektrasi ini akibat tidak sempurnanya proses fotointesis, akibat terhalangnya sinar matahari oleh kabut asap. Akibatnya minyak yang terkandung dalam buah sawit tidak maksimal. “Dari grafik penelitian nampak bahwa tanaman kelapa sawit hanya menerima sekitar 48% sinar matahari,” kata Caliman menjelaskan. (T2)









