Berita Lintas
infosawit

Sekolah Sawit Lestari, Pengenalan Dasar Sawit



Alfakihi (43), Kepala Sekolah SMA N 11 Batanghari
 Sekolah Sawit Lestari, Pengenalan Dasar Sawit

InfoSAWIT, BATANGHARI - Kegelisahan Alfakihi (43) asal Desa Terusan kian memuncak, lantaran melihat masyarakat di sekitar desanya masih dominan menerapkan budidaya pertanian dan perkebunan secara tradisional, mengakibatkan pendapatan masyarakat pun terbilang rendah.

Apalagi cara budidaya pertanian dan perkebunan yang menggunakan cara-cara tradisional tersebut sudah dianggap usang dan tidak efisien lagi. Hasilnya produktivitas rendah, sehingga terkadang pendapatan masyarakat belum bisa menutupi kebutuhan rumah tangga yang setiap tahun terus melonjak.

Sebagai seorang Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Batanghari, Alfakihi, menyadari tidak banyak yang bisa dilakukan, selain harus mengajar dan terus mendidik siswa-siswinya yang sebagian besar adalah anak petani kelapa sawit.

Disaat kegelisahan itu terus menyelimuti dirinya, sebuah gagasan pun muncul untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada disekitar wilayah sekolah yang berlokasi di Desa Tidar Kuranji, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Bak gayung bersambut, usulan itu disambut dan diterima serta dikembangkan oleh salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Jambi, PT. Inti Indosawit Subur, bagian dari Asian Agri Group.

Apalagi PT. Inti Indosawit Subur sebelumnya juga telah melakukan pemberian bantuan bibit kelapa sawit dan teknis budidaya terhadap Sekolah Dasar (SD) yang lokasinya tidak berjauhan dengan SMA Negeri 11 Batanghari.

Mencontoh yang sudah dilakukan SD tersebut dalam memenuhi kebutuhan sekolahnya didapat dari hasil pohon sawit sebanyak 98 pokok pemberian dari perusahaan, kenapa tidak diterapkan juga di sekolahan yang ia pimpin dengan beberapa program tambahan. “Beberapa bulan lalu, akhirnya kami menemukan satu titik temu bahwa kami butuh kemitraan dari dunia usaha guna membentuk Sekolah Sawit Lestari,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Batanghari.

Setelah melewati diskusi panjang dan tambahan usulan dari perusahaan, program Sekolah Sawit Lestari ini memiliki dua program inti yang saling berkaitan, program pertama, supaya para siswa dan siswi SMA Negeri 11 Batanghari memahami budidaya kelapa sawit sesuai GAP, maka pihak sekolah pun mengintegrasikannya dalam mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok). Supaya secara teoritis para siswa memahami cara budidaya kelapa sawit yang baik dan benar.

Terlebih tutur Alfakihi, sebagian besar orang tua siswa dan siswi SMA Negeri 11 Batanghari adalah petani sawit dan tidak sedikit pula para siswa itu melanjutkan pekerjaan orang tuanya untuk berkebun sawit.

Cara demikian, secara tidak langsung telah memberikan bekal kepada para siswa untuk memahami cara penanaman kelapa sawit yang baik dan benar, sehingga bisa memutus cara budidaya kelapa sawit yang masih diterapkan secara tradisional. Merujuk informasi dari pihak sekolah, muatan pembelajaran itu sudah cukup komprehensif seperti informasi mengenai varietas benih unggul sawit, pengendalian gulma, hama dan penyakit, serta perawatan, pemupukan dan proses paska panen.

Termasuk mengenai cara budidaya kelapa sawit dengan tidak membakar. Lantaran, tutur Alfakihi yang juga aktif sebagai pengurus di Kelompok Tani Talang Betuah, dengan memberikan informasi cara budidaya kelapa sawit nol titik api, harapannya bisa memutus cara-cara budidaya kelapa sawit yang berisiko, dengan cara-cara budidaya yang lebih ramah lingkungan. (T2)

 

Lebih lengkap baca InfoSAWIT, Edisi Maret 2017


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit